Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Cahaya Cinta di Langit Pesantren (Cinta dalam Balutan Doa 2)

Cahaya Cinta di Langit Pesantren (Cinta dalam Balutan Doa 2)

ucap Ustazah Nafis antusias. “Insya Allah saya usahakan setiap satu minggu ke sana,” ujarnya membalas permintaan Ustazah Nafis tak kalah antusias. “O iya, Nak Fathiyah, Gus Arza ini putranya Bu Arni, donatur tetap dan terbesar di panti kita. Gus Arza ini seorang polisi muda yang sukses memecahkan beberapa kasus besar di kabupaten ini,” ungkap Ustazah Nafis memuji.
1017.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 449 kali sebagai agus aris munandar
Baca
+Pustaka
MENGEJAR CINTA SANG MANTAN

MENGEJAR CINTA SANG MANTAN

Aris menyambut tanganku, ia letakkan di pucuk kepalanya selayaknya film India yang sedang mengambil sumpah, "Di sini menempel bayanganmu, namamu," tangannya menggiring tanganku untuk berpindah ke dadanya, "Disini juga, nempel terus. Nggak mau pergi, nunggu dua bulan lagi lama banget, ya!" ucapnya sendu dibarengi senyum menawan. Ya Allah, Gusti! Kuatkan lah kami!
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai agus aris munandar
Baca
+Pustaka
Aruna Putra Api

Aruna Putra Api

ucap Aruna mengurai senyum. “Rencana yang bagus, Nak!” puji Arya. “Itu baru sebagian, Ayahanda!” tandas Aruna. “Ada lagi?” “Perdana sudah mengembangkan Mandaraji-nya. Ajian itu rupanya bisa ditulis dan efeknya tetap sama. Jadi musuh hanya cukup menyentuh tulisan itu dan Mandaraji akan segera bekerja meski tak lama,” tambah Aruna. “Itu luar biasa!” sorak Arya. Ia merasa putranya jauh berkembang selama berada di Rakajiwa dan kini Dipa Kencana. Ia dikelilingi oleh rekan yang tepat.
1015.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 337 kali sebagai agus aris munandar
Baca
+Pustaka
Cundhamani (Panah Api)

Cundhamani (Panah Api)

ujar Jenar setelah kemudian menyadari kemampuan kemenakannya itu sembuh dengan cepat. “Biarkan aku berkonsentrasi dulu, Jenar!” Jenar terdiam sambil terus mengalirkan energi ke tubuh Arya melalui kepalanya. Aura biru di telapak tangan serupa dengan milik Ki Bayanaka itu mampu meringankan tugas pria tua itu untuk membuat jantung Arya berfungsi kembali. “Ampun, Gusti, kalau hamba boleh berkata, ini semua karena anak panah yang terbuat dari kayu sarayu,” ujar prajurit itu memberikan informasi.
1098.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.9K kali sebagai agus aris munandar
Baca
+Pustaka
GETARAN JIWA

GETARAN JIWA

FLASHBACK ON "Halo sayang, aku hari ini kamu gak usah jemput aku ya. Aku sakit jadi gak berangkat ke sekolah. Oh iya jangan lupa bilangan ke guru bidang studi hari ini ya." Renata remaja sedang menelpon pacarnya, Axel untuk mengatakan hari ini dia tak bisa ke sekolah. Dia merasa tak enak badan akibat datang bulan. Dia tersenyum saat melihat foto dirinya dan Axel di posting sebagai pemenang pasangan teromantis disekolah. Entahlah tapi dirinya sangat bahagia melihat postingan tersebut. Dirinya bosan dan mengguling-gulingkan badannya di tempat tidur bertujuan meredakan sakit yang ada di perut dan pinggangnya dan tanpa sadar dirinya tertidur. Hingga beberapa jam dia terbangun dikarenakan notif y
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai agus aris munandar
Baca
+Pustaka
Tuan Arrogan

Tuan Arrogan

Tentu gadis itu dibuat bingung sebenarnya ada apa dengan tuan arrogan itu dengan mudahnya sekarang bicara lembut padanya. Mysel memberanikan diri mengangkat pandangannya yang tadi terbenam sedikit mendongakkan wajah ke atas karena Nicko mempunyai postur tubuh yang tinggi. Mysel mendapati sosok dengan raut wajah yang terpahat nyaris sempurna, membuat matanya tidak berkedip terpesona akan ketampanan wajah tuan arrogan yang berdiri dihadapannya.
8.74.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 176 kali sebagai agus aris munandar
Baca
+Pustaka
Istri Manja Kesayangan Om Arsen

Istri Manja Kesayangan Om Arsen

Aura sugar daddy terlihat menguar dari penampilan pria itu, hingga membuat Acha hanya terpaku dengan mulutnya yang sedikit terbuka. “Heh bocah! Mulut kamu tuh ileran!” ejek Arsen. Seketika tersadar Acha pun mengusap sudut bibirnya, dan membuat Arsen mendengus geli karena gadis itu. Merasa dipermainkan, wajah Acha memerah padam pertanda sedang menahan emosi. Iris abu-abunya menatap tajam ke arah Arsen yang terlihat santai, tanpa merasa bersalah.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai agus aris munandar
Baca
+Pustaka
Tabib Jenius

Tabib Jenius

“Saraswati… itu dia… pemuda dari Gunung Bahal Batu… seperti yang dijanjikan dulu dengan gurunya. Dia… Ardin Siregar… tunanganmu.” Ruang rapat berubah menjadi kuburan sunyi. Saraswati memejamkan mata. “Kakek, ini bukan waktu untuk…” Namun Ardin malah melangkah ke depan dan duduk seenaknya di meja rapat. Ia mengambil satu buah Apel dari meja dan memakannya. “Permisi, boleh aku bantu menyembuhkan ayahmu? Aku dengar dia sakit keras, ya?”
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai agus aris munandar
Baca
+Pustaka
BOS AROGAN ITU TUNANGANKU

BOS AROGAN ITU TUNANGANKU

"Tuan, namaku adalah Reiz Barbarossa. Aku adalah pria kaya yang bisa diandalkan. Jadi Anda sebaiknya jangan cemas, putri Anda memiliki gaji yang besar. Dan bahkan sekarang dia telah menjadi calon kakak iparku. Bisa kau bayangkan Tuan, jika aku sekaya dan setampan ini, bagaimana dengan kakakku. Dia lebih luar biasa dariku. Putrimu berada di tangan yang tepat, Tuan. Dan jika dia tidak bahagia, akan ku pastikan dia aman dan nyaman dalam menjalani kehidupan." Eliza tercenung. Semilir angin berhembus, melewati keduanya. Membawa beberapa kelopak bunga kamboja yang berada diatas makam itu terjatuh diantara mereka. Alam seperti menyampaikan senyum mendiang ayah Eliza. Mungkin dia sedang menyaksikan
4.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 157 kali sebagai agus aris munandar
Baca
+Pustaka
AMBISI BISAWARNA

AMBISI BISAWARNA

Hanya butuh waktu sepekan alias tujuh hari saja dia mengasah kemampuan memanahnya sehingga menjadi sehebat itu. “Itu belum cukup hebat, Bisawarna.” Seru seseorang yang sudah tampak sepuh dari belakang sosok tersebut. Iya, Bisawarna lah sosok pemuda yang telah melepaskan sembilan anak panah dengan sekali tarikan dan semuanya tepat mengenai sasaran yang dituju: sepasang mata burung camar yang sedang terbang. Dan seorang tua yang meneriakinya itu adalah Resi Sabda Jati, ayahnya.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai agus aris munandar
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status