Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Aku Tak Punya Siapapun Lagi

Aku Tak Punya Siapapun Lagi

Ada dua baris tulisan tangan yang indah di atasnya: [Untuk ibu baptis tercantik, Emma.] [Emma kami tercinta, selalu bahagia dan gembira!] Itu ditandatangani dengan nama putriku dan di sebelahnya ada kata-kata David yang terkesan ceroboh tetapi begitu lembut : [Pai apel yang dipanggang untukmu segera siap, jangan memakannya diam-diam ya.] Aku sudah hampir meninggal dan baru tahu David bisa memasak.
11.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 410 kali sebagai aiku
Baca
+Pustaka
Aku dan Teman Suamiku

Aku dan Teman Suamiku

Wajahnya memucat, saat mendengar penjelasan Aki dukun tersebut. ["Apa Ki?"] ["Saya harus menikah dengan yang minum ramuan itu, kalau tidak saya akan menjadi nenek! oh ya Tuhan, Ki! bagaimana ini?"] ["Saya ga mau."] [Tolong saya, Ki] "Ras, lo dipanggil ke ruangan Pak Arle!" ****
10130.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.3K kali sebagai aiku
Baca
+Pustaka
Bukan Aku yang Diinginkan

Bukan Aku yang Diinginkan

Apakah aku salah jika ingin berpisah? *** Hallo guys, maaf yah aku lambat update akhir-akhir ini. Terima kasih buat kalian yang sudah membuka kunci bab di novel ini. Semoga rejeki kalian bertambah, salam sayang Anana-chan :")
22.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai aiku
Baca
+Pustaka
AURORA

AURORA

Ahin kemudian memandang lurus, tepat pada punggung kokoh Aquilla dan Jake. Rasanya aku benar-benar tertampar oleh sesuatu hal yang tak kasat mata. Ahin ternyata orang yang sepolos ini. Aku kira dia adalah tipe orang yang setidaknya 11 12 dengan Jake. Garang, kuat, kurang ajar, dan egois. Tapi nyatanya? Dia bahkan terlihat polos, seperti seorang anak remaja yang baru duduk di bangku SMP.
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai aiku
Baca
+Pustaka
Breaking News: Aku Jatuh Cinta

Breaking News: Aku Jatuh Cinta

Ia menarik napas dalam-dalam. Dalam hitungan menit, acaranya akan dimulai. Dan di sanalah ia — seorang jurnalis muda, siap merekam kisah pertamanya. Renjana baru saja duduk ketika pandangannya menangkap sosok yang berjalan memasuki ruangan. Tinggi, rapi, penuh percaya diri. Pria itu mengenakan setelan abu gelap yang sempurna — dan wajahnya, tidak mungkin salah.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai aiku
Baca
+Pustaka
Akhirnya Aku Kembali

Akhirnya Aku Kembali

Spagetty dengan saus tomat dan taburan keju olahan khusus dari Switzerland itu sungguh terlihat menggoda sehingga pria itu segera melahapnya begitu saja. “Aku tidak suka kiwi.”, kata Mu Shenan kepada Shen Yiyi seakan meminta wanita itu untuk memakan potongan kiwi yang ada pada salad buahnya. Anehnya, mendengar kata-kata pria itu, Shen Yiyi terlihat menurut saja sehingga ia lalu mengambil sepotong kiwi yang telah berlumur mayonnaise itu untuk dimasukkan ke dalam mulutnya. Hem.. Rasanya begitu segar.
9.8191.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.7K kali sebagai aiku
Baca
+Pustaka
Aku (Bukan) Pelakor

Aku (Bukan) Pelakor

Tak hanya itu, senyum mengembang di wajah pria itu membuat Sang Wanita kian murka. Dia adalah Celine Albert, seorang model papan atas yang banyak dikagumi para pria. Dan pria yang dipandanginya sedari tadi adalah Lucas Abraham, seorang pengusaha permata yang cukup terkenal di Rusia. "Celine, ada apa?" tanya seorang wanita pada Celine.
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai aiku
Baca
+Pustaka
POLIGAMI AKU, MAS!

POLIGAMI AKU, MAS!

Batinku. "Hai, kenapa senyum-senyum sendiri. Lagi lihatin siapa sih?" Suara Kak Intan membuat aku terkejut. Senyuman itu ku simpan, karena aku tak ingin dia tahu. "Eh, gak apa-apa kok, Kak. Lagi lihatin orang-orang di mall. Rame juga ya ... padahal bukan hari weekend lah," jawabku berbohong. "Oh, ya sudah yuk kita keliling lagi."
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai aiku
Baca
+Pustaka
ATURAN LANGIT!

ATURAN LANGIT!

"A..Aapaaa... Ti...Tiiidaaakk...!" ***
9.272.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.9K kali sebagai aiku
Baca
+Pustaka
Ajari Aku Salat

Ajari Aku Salat

Wanita paruh baya itu mengangguk dan membopong Alika. “Saya Hanafi, Bu.” Sekali lagi wanita itu mengangguk. “Oh, saya Bu Aida. Saya permisi dulu,Nak. Berat lama-lama gendong Alika.” Hanafi tersenyum dan membiarkan Ibu Aida pergi meninggalkannya. Hanya memandang punggungnya saja yang semakin menjauh dari pandangannya. Hanafi meraih tongkatnya dan berdiri. Dia kembali ke tenda daruratnya.sebelum sampai, terlihat wanita muda duduk di pojok tenda dengan memeluk boneka. Air matanya tidak juga kering dari kemarin.
1033.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 833 kali sebagai aiku
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status