Istri Buta Yang Terlambat Kau Cintai
"Terkadang aku sangat kasihan sama Kakak, sudah lama menjadi istri sah, jangankan untuk di sentuh, di kasihani saja bahkan tidak."
Maya menahan desiran dingin di dadanya. Ia tidak mundur, justru menyunggingkan senyum tipis yang membuat alis Larisa bertaut heran.
"Tidak apa-apa, Larisa," sahut Maya pelan, suaranya begitu jernih dan stabil. "Semoga kelak kamu tidak merasakan hal sama jika ketahuan melakukan kesalahan, dan semoga kamu selalu mendapat keberkahan yang kau harapkan."