Penantian Yang Tak Berujung
Seperti sedang menghadapi anak kecil yang tak patuh, suamiku memijat keningnya, sambil mengeluh, “Sampai kapan kamu bisa buat aku lebih tenang?”
Sekarang, bahkan hak untuk diam pun, aku tak punya.
Aku hanya menjawab pelan, “Aku mau pulang untuk makan kue.”
Hari ini bukan hanya malam tahun baru, tapi juga hari ulang tahunku.
Michael terdiam sejenak, lalu berkata, “Aku lupa pesan kue.”
Malam ini, semua harapanku benar-benar hancur.
Aku menghela napas panjang, tapi di dalam hati sudah membulatkan tekad.
Hot Chapters