Tuan, Aku Hamil!
Tapi aku terus mendorong, menikmati permainan yang kubuat ini.
Kami tiba di lampu merah, dan tiba-tiba Gavin tak bisa menahan lagi. Dia menyergapku dengan gerakan cepat, tangannya meraih kepalaku dan menarikku mendekat. Bibirnya menyerangku dengan rakus, seolah menumpahkan semua hasrat yang tadi tertahan. Ciumannya dalam, penuh nafsu, membuat jantungku berdebar kencang dan tubuhku semakin panas. Aku merespons dengan sama liarnya, membiarkan ciuman itu memakan kami berdua, bahkan ketika aku tahu kami di tempat yang salah untuk melakukan ini.