AKU BUKAN SEORANG PELACUR
“Aku sudah merubah skenarionya. Dalam sembilan hari mendatang, kau cuma kuizinkan untuk boleh dimiliki oleh dua orang lelaki, dan sisanya... adalah mereka yang sekaum denganmu. Aku, tidak ingin kau terlalu sering membaginya kepada lelaki lain. Cukup aku ㅡlelaki yang seharusnya kaupuja, Manis.”
Gerry memelukku, menciumi bahuku, dan aku kembali mual. Tubuhku nyaris merosot ke lantai kalau saja lengannya tidak melingkar erat di perutku, memegangi tanganku. Sesak. Hanya sekejap dadaku telah dipenuhi dengan hantaman-hantaman kuat. Sebab, lagi-lagi semua cuma terasa seperti mimpi ㅡmimpi yang mengerikan kendati itu jelas sudah terjadi.