POLIGRAF
"Hmm, sepertinya tempat ini bisa digunakan. Target kita bisa terlihat dan kecil kemungkinan bisa ketahuan, kecuali kalau Fikri main-main dengan teropong."
Kila membuka pintu kafe sehingga menimbulkan bunyi denting kecil, membuat sesosok kepala memunculkan dirinya dari balik meja konter. Dengan senyum yang sudah dilatih agar terlihat setulus mungkin, pria yang baru timbul itu menyapa Kila, dan Kala yang mengikuti kakaknya dengan jidat mengernyit.
"Selamat datang. Mau pesan apa? Menu spesial yang disediakan kafe kami hari ini adalah ... "
Hot Chapters