KAU MENDUA AKU PUN SAMA
“Geer banget lo! Gaya aja nggak mau denger, tapi secara tidak langsung lo lagi menunjukan sesuatu sama gue.“
“Sesuatu apa?“ Aku mengernyit heran.
“Lo secara tidak langsung ngasih tau kalau Aric masih ada di pikiran lo,“ katanya sewot.
Aku mendelik. Pura-pura tak terima. Walau dalam hati, tak dipungkiri memang sebagian ingatanku masih tertuju pada sosok yang konon sedang melanjutkan pendidikannya lagi.
“Diem kan lo? Bener kan ucapan gue?“ Meera tertawa pelan. Tampak senang sekali bisa membuatku mati kutu.
“Apaan? Itu kan cuma asumsi kamu,“ sahutku. Meera mencebik.
“Heleh, nggak usah nyangkal deh. Kita sahabatan udah lama. Nggak mempan lo bohongin gue,“ katanya. Aku memutar bola. Terserahlah
Bab Populer