Titik Nadir Sang Pendosa
Asda Witah busrinarti titik nadirnadir liriktitik nadir artinyasang pendosa
Itulah sebabnya, dia sedikit kesulitan menemukan kuburan Irwan tadi.
“Ini … Arjun.” Aini menghapus air mata yang mengalir begitu saja. Dia menggigit bibir, berusaha mengendalikan degup jantungnya yang tidak beraturan. “Sudah besar dia, Bang. Kata orang, dia mirip dengan Indra. Padahal, menurut Aini dia lebih mirip dengan Abang. Mata Arjun sendu, seperti mata Abang. Berbeda dengan Indra yang memiliki mata tajam.”