KURELAKAN SUAMIKU UNTUK MANTANNYA
"Sayang, tolong aku. Aku tidak mau menikah lagi. Aku tidak mencintainya. Aku hanya mencintaimu. Waktu itu, aku khilaf. Aku sama sekali tidak berniat untuk menikahinya. Aku hanya main-main saja."
Aku tersenyum miring mendengar ucapan laki-laki yang duduk di sebelahku ini. Aku merasa puas. Meskipun sebenarnya hatiku teriris begitu perih, namun, sekali lagi aku mencoba untuk kuat.
"Kamu dengar sendiri, kan? Mas Aksa menolak untuk menikah denganmu. Lagi pula, siapa yang bisa menjamin, jika anak yang konon ada dalam perutmu itu, adalah anak dari suamiku?"