Hamil di Malam Pertama
“Duh ... Kak, sakit! Sial-- .... “ umpat Vaulin saat jari sang dokter sedang memeriksa pembukaannya, tapi Zaki menggelengkan kepala agar sang istri tak melanjutkan umpatannya.
“Sudah pembukaan delapan, suster ... segera siapkan peralatan! Bidan Dewi, kamu bantu proso lahiran pasien, saya mau memeriksa pasien lainnya lagi.” Dokter Caroline keluar dari ruangan Vaulin.
Bidan Dewi dibantu oleh dua perawat segera menyiapkan perlengkapan melahirkan secara normal.
“Dek, tahan sakitnya, ya, sebentar lagi Si Princes akan lahir.” Zaki tersenyum sambil mendaratkan kecupan Vaulin.