Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Nikah Kontrak dengan Tuan Muda Nakal

Nikah Kontrak dengan Tuan Muda Nakal

sela Aksa dari balik pintu kamar. “Iya Aksa, sebentar lagi kami selesai,” sahut Natarina seraya membalurkan minyak angin ke perut Shakira. “Mama, Shaki tak mau makan sekarang, Shaki mau tidur saja, Mama makan duluan saja,” ucap Shakira dengan suara lemah.
9.133.0K viewsCompletedAdded to Library 693 Times as sekotak senja untuk nirbita
Read
+Library
Darah dan Takdir

Darah dan Takdir

Seketika, batu besar di salah satu sisi tebing mulai bergerak perlahan, membuka celah yang cukup lebar untuk dilewati seseorang. Saraswati menatap celah itu dengan takjub. Benteng Rimba memang bukan sekadar legenda. Mereka benar-benar tersembunyi dengan baik. “Masuklah,” kata Wira. “Di dalam, kalian akan bertemu dengan pemimpin kami.”
1.4K viewsOngoingAdded to Library 31 Times as sekotak senja untuk nirbita
Read
+Library
Sepuluh Senja Terakhir Asa

Sepuluh Senja Terakhir Asa

Nyatanya Sei tetap sakit. Menuruni tangga rumahnya, Sei menyapa Sagara yang menyuap sarapan sambil melamun. Dengan kikuk Sei duduk di samping Sagara dan ikut makan pagi. Begitu sadar adiknya sudah siap dan hendak memoles selai ke roti, Sagara mengambil alih roti dan juga pisau dari tangan Sei. "Biar aku aja,kak." Ujar Sei sedikit serak karena menahan tangis. Sagara tetap diam tanpa suara dan memilih memoleskan selai blueberry kesukaannya ketimbang selai greentea kesukaan Sei.
101.9K viewsOngoingAdded to Library 67 Times as sekotak senja untuk nirbita
Read
+Library
Pengantin Samudera

Pengantin Samudera

“Bulan purnama merah akan jatuh dua minggu lagi. Ritual akan di lakukan di rumah ini, di sini adalah daerah pegunungan. Semakin jauh dari laut maka semakin melemah kekuatan penguasa laut.” “Aku akan membantumu mengamankan semuanya,” tambah Ki Sukmo. “Apakah Anda sudah siap?” tanya Gina pada Irawati. Gadis itu seumuran dengan Sena tapi gaya bicaranya sama sekali tidak memperlihatkan kesopanan anak muda pada orang yang lebih tua. Irawati tak mau ambil pusing dengan sikap angkuh Gina, baginya yang terpenting Sena selamat dan tetap hidup.
109.1K viewsCompletedAdded to Library 219 Times as sekotak senja untuk nirbita
Read
+Library
KUNYIT DARI SARANJANA

KUNYIT DARI SARANJANA

Langsung menuju arah pelabuhan, di sana sudah menunggu Fatiha dan Sribaduga beserta 20 kru kapalnya. “Fatiha, selamat pagi.” Manaf turun dari mobil menghampiri calon pembeli kepingan kunyit yang ia bawa. “Tidak usah banyak bicara, tunjukan aku barangnya.” “Pantas saja kamu mengusai perdagangan di Sampit ini, ternyata kamu sungguh ambisius.” Manaf membuka kedua pintu box mobil, dan memperlihatkan kepingan kunyit yang sangat banyak di bungkus kotak kayu.
101.9K viewsOngoingAdded to Library 53 Times as sekotak senja untuk nirbita
Read
+Library
ISTRI SENILAI SAHAM

ISTRI SENILAI SAHAM

Senja merangkul leher Langit, hingga bisa mengikis jarak, dan melumat bibir tebal itu. Lumatan demi lumatan Senja berikan tanpa ada penolakan dari Langit. Bahkan tangan satunya dengan lihai membuka jas dan kemeja yang dikenakan Langit. Tidak puas dengan bibir tebal Langit. Senja membalik keadaan dengan dirinya yang sekarang berada di atas tubuh Langit. Seperti hewan pemangsa. Senja menerkam buas setiap jengkal tubuh bagian atas Langit yang sudah polos, kini berisi totolan tato yang berasal dari hisapan mulutnya. "Kau akan menyesal Senja. Jika berani melakukan hal lebih dari ini. Aku tidak akan pernah melepaskanmu," ancam Langit dibalik desahannya.
102.7K viewsOngoingAdded to Library 91 Times as sekotak senja untuk nirbita
Read
+Library
Terjerat Cinta Kakak Ipar

Terjerat Cinta Kakak Ipar

*** "Harsa Atmaja." Setelah beberapa waktu lalu Senja dan Kiran kompak terkejut, kini kedua perempuan beda usia tersebut mengerutkan kening di waktu yang sama setelah sebuah nama terlontar dari mulut Nabila. Asing. Sekiranya itulah yang Senja mau pun Kiran rasakan usai mendengar nama tersebut, hingga tak berselang lama Kirania buka suara lebih dulu—bertanya tentang siapakah orang dari pemilik nama tersebut.
1033.2K viewsCompletedAdded to Library 929 Times as sekotak senja untuk nirbita
Read
+Library
Senja di ufuk barat

Senja di ufuk barat

ucap Junos. "Baik Den.." jawab Bu Narti. "Eh, tunggu sebentar ya, aku mau ke supermarket disebrang sana." ucap Junos pada Glyn. "Jangan terlalu lama." jawab Glyn. Tak lama, Bu Narti pun datang dengan membawa bubur dan segelas teh hangat yang berbau khas melati. "Duh Neng ini cantik sekali, ini baru pertama kalinya loh Den Junos membawa teman perempuan." ucap Bu Narti.
9.92.8K viewsOn holdAdded to Library 62 Times as sekotak senja untuk nirbita
Read
+Library
Di Ujung Senja

Di Ujung Senja

Mbak Tumiyen menyusut air matanya, tampak mata renta itu memerah luar biasa. “Bengi kui, terakhir kali simbah ketemu Redita. De`e nangis gowo koper gede, Nang. Bar kui saiki gak ono sik reti kepiye kabare bocah iku, (Malam itu, terakhir kali nenek ketemu Redita. Dia nangis bawa koper besar, Nak. Setelah itu, sekarang tidak ada yang tahu bagaimana kabar anak itu.)”
9.9266.6K viewsCompletedAdded to Library 10.7K Times as sekotak senja untuk nirbita
Read
+Library
Pengantin Dari Dunia Gaib

Pengantin Dari Dunia Gaib

Dan seolah menjawab ucapannya— Dari kejauhan, terdengar suara retakan besar. KRRAAAKK. Tanah bergetar halus. Langit di atas pepohonan menyala merah lebih pekat dari sebelumnya. Nara menatap ke atas dengan mata melebar. “Penanda senja… semakin gelap…” Laksmi mengangguk pelan. “Kita sudah kehabisan waktu.” Bisikan itu kembali muncul, lebih dekat dari sebelumnya.
7890 viewsOngoingAdded to Library 32 Times as sekotak senja untuk nirbita
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status