Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Malam Pertama yang Tertunda

Malam Pertama yang Tertunda

“Nah. Percuma juga kalau cuma dibaca. Tapi, kalau untuk sekarang, kamu tidur dan istirahat yang cukup. Olah raga cukup mengepel sambil menekuk lutut di lantai aja. Terus, minum dan makan makanan yang bisa naikin tensi seperti ati dan kacang-kacangan.” “Siap, Bu.” Nafisa mengambil buku yang didorong bidan ke arahnya. “Berapa?” “Oh, iya. Vitamin belum, ya? Sebentar.” Bidan itu berdiri, lalu berjalan membelakangi Nafisa untuk mengambil obat di lemari kaca sebelum kembali duduk. “Total, tiga puluh lima ribu aja.”
9.914.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 363 kali sebagai alamat bidan novel metode tiup
Baca
+Pustaka
Ibu Susu untuk Bayi Gaib

Ibu Susu untuk Bayi Gaib

Terlalu lama untuk perempuan hamil. Ketika Nyonya Arini akhirnya muncul, rambutnya yang basah menempel di wajah seperti rumput laut hitam. Matanya terpejam, tapi bibirnya tersenyum. Tumini bangkit dari posisi bersujudnya. Dari mangkuk tanah liat di sampingnya, ia mengambil segenggam kelopak mawar merah.. Dengan gerakan pelan, ia menaburkan kelopak-kelopak itu ke air, dan terjadilah yang mustahil.
103.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai alamat bidan novel metode tiup
Baca
+Pustaka
Langit dan Bumi

Langit dan Bumi

"Nggak mules, Dok!" "Jelasin pakai bahasa yang saya ngerti dong, Kania!" suruh Dokter Novel setengah bercanda. "Kontraksi hilang, Dok!" jawab Kania sambil terengah-engah. "Suster, ayo sentuh putingnya. Ada suaminya nggak? Suruh cium Bu Kanianya!" perintah Dokter Novel bersemangat. "Suami saya nggak datang, Dok... ," jawab Kania lemah.
1011.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 261 kali sebagai alamat bidan novel metode tiup
Baca
+Pustaka
DINIKAHI PRIA PLAYBOY

DINIKAHI PRIA PLAYBOY

tambah sang Bidan. Satu. Dua. Tiga. “AAAAAAAAAA.” Kiki berusaha mengejak sekuat tenaga namun napasnya langsung merasa tak kuat hingga membuatnya berhenti yang justru membuat para bidan heboh karena kepala bayi yang sudah terlihat. “Ayo, Bu, lagi.”
106.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 215 kali sebagai alamat bidan novel metode tiup
Baca
+Pustaka
Teknik Pijat yang Spesial

Teknik Pijat yang Spesial

Wajahku sangat merah dan menundukkan kepala, ingin masuk ke bawah tanah karena terlalu malu. Aku duduk dan sedang mau memakai celana, Surya berkata. “Tunggu sebentar.” Gerakanku terhenti, dan melihatnya dengan penuh kebingungan. “Kenapa dok?” Dia membuka sarung tangan yang basah dan membuangnya ke tong sampah. Tatapannya penuh dengan ketidakjelasan. “Rumah sakit mengembangkan teknik pijatan baru yang dapat memberikan efek menenangkan untuk kondisi seperti Anda yang pengembangannya berlebihan. Apakah Anda mau mencobanya?”
37.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 926 kali sebagai alamat bidan novel metode tiup
Baca
+Pustaka
Diminta Menjadi Madu

Diminta Menjadi Madu

Setelah mendapatkan izin dari Ratna, Dani segera masuk terlihat Ningroem yang sedang kesusahan mengejan di atas tempat ranjang. Suster menyuruh Dani untuk naik ke atas ranjang untuk menyanggah kepala Ningroem di atas pahanya. Ningroem disuruh menggenggam tangan Dani, ia hanya bisa menurut saja. Seorang bidan paruh baya memimpin persalinan dengan posisi duduk di samping tempat tidur mirna tangannya yang sudah terbungkus sarung tangan memegang puser Ningroem yang menonjol. Bidan memberikan rangsangan supaya bayi di dalam perut Ningroem berkontraksi. Pada saat yang bersamaan Ningroem disuruh mengejan sekuat tenaga yang ia bisa untuk mengeluarkan kepala bayi.
3.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai alamat bidan novel metode tiup
Baca
+Pustaka
Status WhatsApp Ipar

Status WhatsApp Ipar

Nita, Adam, dua suster dan satu Bidan ahli. "Satu, dua, tiga, mengejan!" Nita mengejan sekuat tenaga bahkan otot-otot di tangannya terlihat mencuat membiru. "Rileks ya, Mbak Nita. Tarik napas ... buang!" pinta Bu Bidan lembut. "Satu, dua, tiga, mengejan!" Adam menahan napasnya melihat Nita mengejan kesakitan di sampingnya. Tangan istrinya bahkan terasa begitu kuat menggenggam jemarinya.
1012.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 288 kali sebagai alamat bidan novel metode tiup
Baca
+Pustaka
Talak Tiga

Talak Tiga

Mereka mengecek tensi darah dan yang lainnya. "Sudah bukaan lengkap. Ayo mulai mengejan ya, Bu." instruksi dari Bu Bidan. "Heeeegh ... Heeeegh ...." Dengan sekuat tenaga aku mulai mengejan. "Ooaa ... Ooaa ... Ooaa ..." Tangisan bayi itu membahana, menghiasi ruang persalinan. Aku tersenyum sejenak melupakan musibah yang baru saja terjadi.
1045.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai alamat bidan novel metode tiup
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menjadi Ibu Pengganti CEO Arogan

Terpaksa Menjadi Ibu Pengganti CEO Arogan

Tubuh Meta bergetar hebat, wajahnya merah padam dan napasnya semakin pendek. “Dorong, Bu! Dorong lebih kuat lagi,” instruksi bidan dengan tegas. Meta menarik napas dalam-dalam dan berusaha mendorong sekuat tenaga. Tangisnya bercampur teriakan kesakitan, dan tangan Rafi remuk di dalam genggamannya. Ia bisa merasakan kuku Meta menancap ke kulitnya hingga perih dan berdarah, tetapi ia tetap bergeming.
104.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 141 kali sebagai alamat bidan novel metode tiup
Baca
+Pustaka
Berpisah Untuk Bersatu

Berpisah Untuk Bersatu

"Aaahhh, aaaaaa … Aaakkk!" "Yuk Bu, ngeden lagi, ya?" kata Bu Bidan sambil menyuntik paha kanan kiri Ajeng. "Ini saya bantu dengan cairan induksi ya, Bu. Nah, pinter … Ngeden yang kuat, pol terus … Ya terus, ngeden ...!"
1013.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 527 kali sebagai alamat bidan novel metode tiup
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status