Di Balik Hujan
“Lho, coba deh kamu pakai otakmu yang kecil itu! Kalau lah seandainya kamu dan komplotanmu yang ngga jelas itu tidak menggangguku, apakah masalah ini akan terjadi? Kalian duluan yang memancing emosiku, kok jadi malah menyalahkanku.”
Aku membentaknya sambil menunjuk kearahnya. Aku sangat kesal padanya, setelah apa yang sudah dilakukannya, tapi dia malah menyalahkanku. Siapa coba yang tidak emosi seperti itu. Namun, setelah mendengar kata-kataku tadi, dia tiba-tiba malah tertawa dan membuatku menjadi tambah emosi padanya. Aku langsung maju selangkah dan langsung menarik kerah kemejanya, lalu bersiap untuk memukulnya. Akan tetapi, Alya langsung melerainya.
“Eh, kamu ini apa-apaan sih, Massika!
Hot Chapters