Sugar Daddy-in-Law
ujar Catherine lirih, “perceraian sungguh mimpi paling buruk yang bisa jadi kenyataan kapan saja, ya?”
“Tak apa, aku sudah menerima semua ini, semuanya sudah menjadi bagian dari hidupku.”
Keduanya tak berbicara lagi selama beberapa saat.
“Jonas?”
“Iya, Nyonya?”
“Aku ingin mengunjungi satu tempat lama yang sudah tak pernah kukunjungi selama bertahun-tahun.”
“Tentu, Nyonya. Di mana tempat itu?”
“Tempat itu ....”
***
Gerald terpaku ketika melihat barisan alat musik yang telah tersusun rapi di sudut aula. Terompet, saxofon, gitar dan piano. “Apa ini, Jamie??”
Hot Chapters