Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Tarif Cinta Sang Pria Perkasa

Tarif Cinta Sang Pria Perkasa

“Makanya pake celana, Lun. Ini tuh pelabuhan, bukan kafe.” “Enak aja ngatur,” mulut Aluna menyolot tanpa melihat Aarick, tapi telinganya merah. “Salah angin, bukan salahku dong.” “Iya, salah angin,” Aarick menahan senyum. “Awas kepeleset. Fokus jalan, jangan fokus nahan rok terus!” Aluna melirik sinis. “Sebaiknya fokus jaga mata kamu aja, fokus nyebrangin koper aku sampe kapal."
10912 viewsCompletedAdded to Library 33 Times as alun alun pacet
Read
+Library
Luka Cinta Aluna

Luka Cinta Aluna

tanya Zolan, mata melirik kantung plastik yang ada di tangan Aluna. “Ini kue untuk cemilan ... bisa di makan sambil kerja. Aku mau ke kampus, sekalian singgah dan bawa ini ... aku buat lebih, ini untuk kamu, yang ini untuk Kak Fahmi,” ucap Aluna. Mengeluarkan semua isi plastik dan ia taruh di atas meja. “Aku tidak bisa lama. Harus ke kampus sekarang. Dimakan yah!” Aluna bertutur dengan sedikit terburu. Ia langsung keluar dari ruangan Zolan tanpa berpamitan.
1011.9K viewsOngoingAdded to Library 403 Times as alun alun pacet
Read
+Library
Misteri Kematian di Kota Hema

Misteri Kematian di Kota Hema

Sudah tak ada lagi energi untuk menangis. Paket terakhir. "Ini apa? Kecil." Ia seraya mengocoknya. Rasa penasarannya tinggi. Dengan cepat Ia membuka paketnya. "Jepitan kuromi?" Perlahan Alana mengingat-ingat lagi. Masih di mall yang sama. "Alana mau kuromi ... please please lucu banget." "Mana?" tanya Alana. "Itu ...." Lili menunjuk.
102.1K viewsCompletedAdded to Library 68 Times as alun alun pacet
Read
+Library
MENARI BERSAMA HUJAN

MENARI BERSAMA HUJAN

jawab Al singkat Al lalu menuju tempat yang di tunjukkan oleh Pak Gatot sedangkan Pak Gatot sendiri menuju ke toilet Saat Al baru saja duduk di tempat yang telah di tunjukkan Pak Gatot, keluarga Wulan dan Aziz baru saja sampai dan langsung menuju ke tempat mereka Saat mereka sampai di tempat, seluruh orang yang datang saat itu terkejut saat melihat Al sedang asyik duduk di tempat mereka sambil memainkan HPnya, terutama Wulan yang saat itu merasa takut Al ingin membuat keributan kembali seperti saat acara pertunangannya
103.9K viewsOngoingAdded to Library 127 Times as alun alun pacet
Read
+Library
(Not) A Queen

(Not) A Queen

Apa mungkin dia ingin memeriksa paket itu? Alecta tidak mau Lusi memeriksa barang pesanannya tanpa seizinnya. Jadilah Alecta berlari turun mengabaikan suara gaduh yang dia ciptakan sendiri. Bahkan Alecta melewati dua anak tangga sekaligus agar mempercepat langkahnya. Beruntung Alecta tadi sudah membayar barang pesanannya beserta biaya kelipatan yang sudah disepakati oleh pihak pemilik toko lewat. Dia mentransfer uangnya lewat aplikasi perbankan, jadi dia tidak perlu memberikan uang cash lagi.
1018.0K viewsCompletedAdded to Library 594 Times as alun alun pacet
Read
+Library
Pacar Pura-Pura

Pacar Pura-Pura

ucap Rama dengan santai “Apa aja mas ?” tanya Abang tukang gorengan itu degan menggunakan bahasa sunda “Bakwan, Tahu, Tempe, cireng, dua puluh ribu ya bang” ucap Rama memesan gorengan dua puluh ribu karena satu gorengan harganya masih seribu rupiah
109.9K viewsOngoingAdded to Library 256 Times as alun alun pacet
Read
+Library
PACAR RAHASIA SANG CEO

PACAR RAHASIA SANG CEO

"Jemput aku di salon Beauty, ya, Pi." Pesan sukses terkirim dan masih centang dua abu. Aluna kembali menaruh ponselnya ke dalam tas. Detik selanjutnya di sedikit menyandarkan tubuhnya pada punggung kursi. "Nanti Papi pakai baju apa, ya?"
102.2K viewsOngoingAdded to Library 68 Times as alun alun pacet
Read
+Library
Hasrat Terlarang: Gairah Tersembunyi Istriku

Hasrat Terlarang: Gairah Tersembunyi Istriku

Dia tertidur pulas karena kelelahan menangis. Saat aku yakin dia sudah lelap, aku duduk di sofa dekat jendela. Drrrt. Ponsel di saku celanaku bergetar satu kali. Pendek. Tanda pesan masuk. Aku merogoh saku, membuka layar. Pesan dari nomor asing yang tidak tersimpan, tapi aku tahu siapa pengirimnya. Alfonso. ‘Paket sudah diamankan di gudang lama pelabuhan timur. Sesuai instruksi. Kondisi target: Hidup, tapi ketakutan. Menunggu instruksi Tuan Muda.’
9.8219.0K viewsCompletedAdded to Library 7.2K Times as alun alun pacet
Show Reviews (21)
Read
+Library
Teguh Imam
sebenernya bagus sih crita awalnya karena kesetiaan kepada Amanda istri sahnya tp semakin lama critanya menyimpang dari seharusnya..ayah mertua yg seharusnya melindunginya malah menggagahi Amanda menantunya sendiri,sedangkan Rey suaminya malah selingkuh..aku harap Rey bisa berubah tetap pada Amanda
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Read All Reviews
100 Hari Bersamamu

100 Hari Bersamamu

tanya Alana kesal. "Loh, aku dateng kesini mau jenguk kamu bu Alana bukan mau melihat pemandangan suami aku ngerawat pacar gelapnya." sindir Aruna, padahal tadi ia sudah berniat untuk tidak merundung Alana tapi mulutnya tidak bisa tahan jika sekali saja tidak menyindir Alana. "Aruna!" bentak Anggasta. "Oke mas oke, ini bekal kamu tadi kamu bilang kamu lapar kan?" Aruna menyerahkan satu kotak makan dengan beberapa jenis lauk pauk, dan membuka satu kotak miliknya yang jauh lebih lengkap menunya.
1016.1K viewsCompletedAdded to Library 628 Times as alun alun pacet
Read
+Library
Noda di Balik Cadar Aluna

Noda di Balik Cadar Aluna

Aluna menarik napas panjangnya, berusaha untuk menerima dan sabar dengan ujian hidupnya, walau terasa sangat berat. "Lun, kamu di mana? Aku akan segera menjemputmu besok!" Umar mengirimkan pesan lagi kepada Alun saat itu juga. Kemudian ponselnya pun bergegas. Umar menelponnya lagi untuk ke sekian kalinya.
104.1K viewsOngoingAdded to Library 165 Times as alun alun pacet
Read
+Library
PREV
1234568
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status