NODA
Biarlah semua berjalan, mengalir apa adanya, aku yakin usaha dan doa tidak akan mengkhianati hasil.
"Kalau gitu saya, permisi, saya mau mandi dulu," pamitku.
Tak lupa kusempatkan diri menyapa Nizam sebelum pergi. "Om, pergi dulu, ya. Nanti ke sini lagi," ucapku menoel pipi Nizam yang gembul dan terlihat sangat menggemaskan, ia tersenyum seolah menanggapi, entah aku saja yang terlalu percaya diri atau memang dia menanggapi.