Ramadhan Senja Di Taplau
"Emang apa bedanya bang, penampilan biasa aja, nggak ada yang menarik, tanpa riasan, polesan dan lain-lain."
"Justru disitulah yang bikin menariknya, kamu istimewa Azize."
Rama berusaha meraih tangan Azize, refleks wanita itu menjarak.
"Maaf bang, kita bukan mukhrim."
"Maaf, aku terbawa suasana, maafkan aku Azize."
"Oh iya, kebetulan sudah malam, alangkah baiknya kalau kita kembali ke kamar masing-masing, Zize pamit dulu bang Rama assalamu'alaikum."
Hot Chapters