Suami Bersama
Aku lebih senang bermain dengan anakku dan melatihnya berjalan.
Anakku memang pantang menyerah, ia terus berusaha mengangkat badannya untuk berdiri, walau kemudian gagal lagi. Aku tertawa melihat tingkahnya yang tidak mau menyerah. Semoga kelak, ia menjadi orang yang sukses karena sikapnya yang gigih.
“Ayo, bangun lagi, sayang ... kamu pasti bisa, Nak!” ucapku sambil berjongkok. Kuberikan tepukan tangan sebagai penyemangat agar ia mau melangkah.