Menggenggam Awan
Wuri mendatangi Ratna, dan menjulurkan tangannya, seperti biasa setiap kali bertemu, Wuri akan mencium tangan mama mertuanya itu.
“Awan tidur. Dia terlihat lelah sekali,” ucap Ratna setelah memberikan punggung tangannya untuk menyambut salam dari Wuri, “coba saja kalau kalian punya momongan, pasti Awan lebih semangat untuk pulang ke rumah. Di rumah juga dia jenuh mungkin.” Sambung Ratna, kali ini ia sambil menuangkan susu ke dalam gelas Gunawan yang duduk dengan rentangan koran di tangannya.
“Mama,” Gunawan terlihat menegur.
Hot Chapters