Ifat
Herna menyimaknya dengan fokus yang berlipat ganda, sebab telinganya harus membagi tugas antara suara dari mulut Anggun dan suara dengung hair dryer di tangannya.
Beberapa saat kemudian Herna tercekat.
“Jadi, kamu kenal dia?” Tanya Herna sembari mengambil duduk di tepi ranjang, di sisi yang paling dekat dengan Anggun. Sikapnya antusias. Ia menunda gerakan menggulung kabel hair dryer.
“Iya,” jawabAnggun.
“Sebenarnya mereka ini dua orang, kembar, panggilannya Buruak Kamba, dan Johan yang di final audisi tadi malam itu adiknya.”
Hot Chapters