Obsesi Seorang Calon Raja
Sesekali, ia menjinjitkan kakinya, hanya untuk melihat sekilas puncak mahkota atau siluet bahu lebar sang Duke.
Leonhart melanjutkan pidatonya, menyampaikan tentang pentingnya perdamaian, pengorbanan yang telah dilakukan, dan harapan untuk masa depan Aerondale. Ia bicara dengan retorika yang tepat, menunjukkan bahwa ia bukan hanya mahir dalam perang, tapi juga dalam mengolah kata. Namun, di tengah pidatonya, sesuai kebiasaannya, pandangannya melayang. Ia menyapu setiap wajah di kerumunan, menaksir reaksi mereka, mencari celah, atau mungkin sekadar mengamati. Matanya yang tajam bergerak dari satu kelompok bangsawan ke kelompok lain, dari sisi kiri aula ke sisi kanan.
Sikat na Kabanata