Wiro sang Penakluk
Tingginya mencapai dua ratus dua puluh sentimeter, dengan lebar bahu yang nyaris menyentuh kedua sisi pintu saat dia masuk.
Tangannya, yang masing-masing sebesar kepala orang dewasa, tergantung di samping tubuhnya seperti dua godam besi. Wajahnya lebar dan datar dengan mata kecil yang nyaris tersembunyi di balik dahi yang menonjol, hidungnya pesek dan sudah pernah patah berkali-kali, dan mulutnya terbuka sedikit, memperlihatkan gigi-gigi yang tidak rata.
Wenggo. Si Raksasa.