Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kiara

Kiara

“Aku tidak menggigit. Kiara mulai mengangkat kepalanya perlahan-lahan, dia mulai melihat seorang Gadis yang seumuran dengan saudaranya. Penampilan dia mirip sekali dengan saudaranya, mulai dari warna rambut hitam dan wajah ovalnya. Matanya pun mulai berbinar. Kiara mulai tersenyum,”Saya tidak pernah membayangkan bahwa saya akan mendapatkan bantuan tanpa kehadiran saudara saya disini.”
5.0K viewsOngoingAdded to Library 149 Times as aoi sora
Read
+Library
Sasakala

Sasakala

pertanyaan Ayu membuat Nyimas penasaran dengan alasannya. “ Ini kan catatan hariannya Soe Hok Gie ? ” Ayu mendekati meja tumpukan buku. “ Terus ini ketikan lama, apa mungkin hasil editan yang mau diterbitkan tapi hilang ? ” “ Namanya Dewi. Siapa dia ? ” Ayu beruntun memberi pertanyaan “ Ibuku. ” Nyimas datang dengan segelas air putih. “ Aku mengambilnya dari kamar ibu saat pindah ke sini.”
9.82.9K viewsCompletedAdded to Library 83 Times as aoi sora
Read
+Library
LORO

LORO

Wanita yang tak akan lagi terbangun sekalipun keajaiban terjadi. Sabrina adalah yang pertama, Marko dan Ali adalah yang kedua. lalu siapa berikutnya? * "Ono Opo, Lis?" tanya mbok Sumi pada keponakannya yang jadi diam memandangi ponsel. Sementara yang ditanya tak percaya melihat gambar di ponselnya, matanya bahkan mengeluarkan airmata tak perduli sedang di rumah siapa dirinya siang ini.
9.79.9K viewsCompletedAdded to Library 346 Times as aoi sora
Read
+Library
APRILISYA

APRILISYA

ucap April kemudian beranjak dari sofa. April melihat siapa yang datang dari layar. “Oma?” Tanpa berlama-lama lagi dia membuka pintunya. Dilihatnya sang Oma masuk. “Sia---pa?” Aliga benar-benar kaget melihat seorang wanita paruh baya, namun terlihat sangat dingin sekali wajahnya. “Aliga?” wanita paruh baya itu lebih dulu menyapa. “Saya Oma Dera. Omanya April,” ucapnya menjawab kebingungan Aliga yang mematung begitu saja.
102.7K viewsOn holdAdded to Library 92 Times as aoi sora
Read
+Library
Sacrifice : A Pen For The Garden Of The World

Sacrifice : A Pen For The Garden Of The World

, lalu Aoi berjalan ke arah mayat dan menarik kampak yang menancap dari kepala salah satu mayat “Wah … kau sangat profesional … betapa indahnya luka di kepala mayat ini … tidak ada tulang yang retak , dan kapak ini menembus kepala dengan sangat mulus ..” “Hahahaha … terimakasih atas pujianmu , siapa namamu ?” “Namaku adalah Aoi , ayo lanjutkan pertarungan ini !” “Tunggu sebentar , aku ingin merokok .. lebih baik kau merokok dulu !” Gloria Patri melemparkan roko dan korek . “Hahaha kau adalah satu – satunya lawan yang bisa di anggap sebagai teman !” ucap Aoi lalu menyalakan Rokok .
104.0K viewsOngoingAdded to Library 156 Times as aoi sora
Read
+Library
Shirea

Shirea

Seonggok tubuh dingin yang masih utuh dengan cahaya orange yang berpendar di lapisan kulitnya. Aku memiringkan tubuh agar kami berhadapan. Tanganku bergerak menggapai wajahnya yang terlihat tenang. Air mataku menetes ketika pikiranku mulai mengenang tentangnya yang menyebalkan, berbahaya dan juga perasaannya yang membuatku terjerat di sisinya.
109.9K viewsCompletedAdded to Library 315 Times as aoi sora
Read
+Library
TARO

TARO

Astaghfirullah. “Ini,” satu gelas taro mendarat di meja batu yang ada di depanku. Aksa kembali duduk di sebelahku dan menyeruput minumannya kembali. Ia terlihat begitu menikmati setiap tetes minuman taro yang membasahi tenggorokkannya. “Aku bahkan tidak tahu kalau permasalahanmu bahkan lebih kompleks dari sekedar mantan pacarmu yang ingin balik lagi menjalin hubungan denganmu.” Perkataannya sukses membuatku was-was.
2.5K viewsOngoingAdded to Library 63 Times as aoi sora
Read
+Library
Ujung Senja

Ujung Senja

Mega mengangkat dagu, seolah bertanya kepadaku siapa itu. “Biar Mama buka.” Aku berjalan cepat untuk membuka pintu, tak ingin tamu di luar menunggu lebih lama. “Pagi, Tante Era.” Senyum semringah merekah dari bibir seorang lelaki bertubuh tinggi. Rambut ikalnya sedikit panjang dibiarkan begitu saja tanpa sentuhan minyak rambut seperti lelaki pada umumnya. Kulitnya kuning langsat. Siapa anak ini? Sorot matanya hangat dan ramah. Aku tebak dia bekerja di bidang penjualan. Pemuda dengan bahasa tubuh ramah ini pasti bisa menjual barang apa saja dengan cepat.
108.4K viewsCompletedAdded to Library 294 Times as aoi sora
Read
+Library
Tetanggaku yang Menggoda

Tetanggaku yang Menggoda

Aku takut dia akan menyadari ada yang tidak beres. "Aroma tubuh Luna cukup kuat. Seluruh rumah ini tercium aromanya." Aku menggaruk kepalaku dengan canggung. Kami perang beberapa kali tiap hari, bagaimana mungkin aromanya tidak kuat? Dia menyilangkan satu kaki. Kakinya yang panjang dan lurus membuatku semakin tergila-gila. Luna adalah gadis muda yang polos, sementara ibunya adalah wanita dewasa yang menggoda. Aku sungguh ingin merasakan aroma wanita dewasa.
59.4K viewsCompletedAdded to Library 1.9K Times as aoi sora
Read
+Library
Aira's

Aira's

Aira suka matahari, entah pagi atau pun sore hari. Cahayanya amatlah pekat nan indah. Sesampainya di dekat genangan air itu, Aira makin melebarkan senyuman. Lantas berkaca pada tenangnya genangan itu. Awan putih tepat berada di atasnya lantas memberikan sedikit redup pada matahari yang hendak membuka sinarnya. Aira menangadah walau matanya memicing akibat silau. Ia meringis lelah kala sunrise yang diharapkannya tak bisa muncul akibat kehadiran si awan.
1014.8K viewsCompletedAdded to Library 311 Times as aoi sora
Read
+Library
PREV
1
...
345678
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status