The Architecture of Us
Arga bener-bener menepati ucapannya semalam, pria itu bahkan memberikan kelonggaran yang jauh lebih besar dari kesepakatan tertulis mereka.
Sambil menggigit bibir bawahnya menahan senyum, Ghea mengeluarkan ponselnya. Sinyal di sudut kanan atas layarnya sudah penuh, dia membuka aplikasi pesan singkat mencari kontak bernama Arga Dirgantara yang nomornya sempat ia simpan dari kartu nama tempo hari.
Dengan jari yang agak gemetar karena gugup, Ghea mengetik pesan: