Antara Pasal dan Perasaan
Dito muncul dengan senyum lebar, seolah tak terjadi apa-apa.
"Ah, kalian berdua sudah mulai bicara serius, ya?" Dito menggoda, menyadari ketegangan yang ada di udara. "Ayo, jangan buat aku jadi tukang ojek di antara kalian."
Aura melirik ke arah Ari, dan melihat tatapan kosong yang diberikan Ari padanya. Ada banyak yang ingin ia katakan, namun kata-kata itu terasa tertahan. Apakah perasaan yang mulai tumbuh di dalam dirinya benar-benar hanya karena kasihan atau ada sesuatu yang lebih besar? Bagaimana jika ia benar-benar salah menilai?
Bab Populer