SUMPAH PELAKOR
Di sana, ia duduk dengan map merah di tangan.
“Maaf,” ucapnya pelan, “aku harus merumahkan kalian, sementara waktu. Produksi turun drastis. Aku nggak bisa bayar gaji penuh.”
Salah satu dari mereka, Lilis, menunduk. “Kami paham, Bu. Tapi ini mendadak sekali.”
Anita menatap mereka satu per satu. “Aku nggak punya pilihan. Aku bahkan belum tahu bulan depan bisa bayar cicilan mobil sama rumah atau nggak.”