SOPIR PRIBADIKU TERNYATA MILIARDER
Di pagi yang semakin cerah, Keira memutuskan untuk menulis sebuah puisi—kata-kata yang mengalir dari dalam hatinya, mencurahkan segala perasaan dan harapan.
Ia menuliskan tentang malam-malam yang penuh keraguan, tentang cinta yang menantang segala rintangan, dan tentang janji yang terpatri dalam cincin di jarinya.
Adrian membaca puisi itu dengan saksama, matanya lembab karena terharu.
“Kata-katamu begitu indah, Keira. Mereka bercerita tentang keberanianmu dan tentang harapan yang kau miliki. Aku ingin selalu menjadi bagian dari setiap baitnya.”
인기 회차