ISTRI BAYANGAN
"Kamu tau begitu pahitnya menjadi istri kedua, Zara?"
Aku mendongakkan wajah, menatap lurus ke netra gelapnya. Dalam diamku, aku menyalurkan seluruh tekad yang kubawa dari Jakarta.
"Aku siap, Hafiz. Aku siap apa saja, asal sama kamu."
Hafiz menggelengkan kepalanya pelan, mencoba menepis ide gila yang kusodorkan. "Pulanglah ke Indonesia, Zara. Aku akan pikirkan ini. Tolong, jangan buat ini semakin rumit."
Bab Populer