Yang Mandul Itu Kamu, Mas!
Aku hanya setinggi dadanya.
"Masalahnya itu, kamu mengajakku! Itu yang menjadi masalah! Kita berdua bukan mahram. Tidak baik jika ada yang melihat. Dan aku juga tidak akan mau jalan berduaan dengan laki-laki yang tidak halal bagiku. Kalau saja kita itu mahram, atau pasangan suami istri, ya tidak masalah. Mau jalan kemanapun juga bisa. Tetapi kita bukan siapa-siapa, okey! Teman, bukan. Kakak beradik, bukan. Sahabat bukan, sepupu, juga bukan. Kalau kita jalan berdua pasti akan menimbulkan fitnah yang besar!"
Yuda mengangguk, seolah aku adalah seorang guru yang baru saja selesai menjelaskan. Bibirnya tersenyum, seolah sedang memikirkan ide cemerlang.
Bab Populer