Pesugihan Kandang Bubrah
Walau masih ada Gibran, dia tidak berani menyentuh pria itu karena terikat oleh Wina dia takut Wina marah dan membuat Danyang desa merusuh lagi.
Suara langkah kecil menggema di lantai kayu. Arif mendongak, melihat Afifah berdiri di pintu. Anak itu baru berusia sepuluh tahun, tubuhnya kurus, wajahnya polos dengan mata yang besar dan selalu tampak penuh harapan.
“Om Arif, kenapa Om nangis?” tanya Afifah dengan suara lirih.
Arif buru-buru menyeka matanya. “Enggak, enggak apa-apa, sayang. Kamu sudah selesai belajar?”