ISTRI PERTAMA SUAMIKU
Cintya, Om Andri, Reva, bahkan Tante Anya.
Kami bertatapan sejenak, lalu mereka melangkah keluar setelah berpesan pada Bude Mina, sang ART untuk membantu segala keperluanku. Kulangkahkan kaki ke kamar kami, kamar yang menjadi saksi kemesraan yang baru sekali kami reguk. Aku duduk di kasur, mengusap sprei yang masih kusut. Pagi itu sebelum ledakan terjadi di Beta, malamnya kami baru saja merenda kasih untuk pertama kalinya. Dan kuharap, bukan untuk yang terakhir kali.