Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sadena

Sadena

"Berarti aku nggak disayang karena aku masih hidup?" "Bukan gitu maksudnya ih," Sadava terkekeh. Hening. Marsha menghembus kasar lalu menerima helmnya. Cewek itu mengusap air mata. Sendu. Pilu. Sadava kasihan melihatnya, nasib gadis ini benar-benar diuji. "Lo harus strong. Buka lembaran baru, sedih berkepanjangan nggak akan mengubah apa-apa."
1011.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 440 kali sebagai arti it's okay to be sad
Baca
+Pustaka
Hello Mommy

Hello Mommy

Membuatnya jauh lebih tenang. “Jangan merasa tidak enak. Mengungkapkan apa yang dirasakan itu adalah hal biasa. Jadi jika merasa sedih, menangislah, tetapi setelah itu lupakan kesedihanmu dan lihatlah kebahagiaan di depanmu. Ingatlah, kamu tidak sendiri. Ada kami untukmu.” Mommy Shea meraih tangan Kiara. Menggenggam erat tangan Kiara.
9.962.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai arti it's okay to be sad
Baca
+Pustaka
Menjadi Istri Kedua Billionaire

Menjadi Istri Kedua Billionaire

Sembari menangis, Sera menikmati secangkir teh dan biskuit. 'Hidup boleh pahit, tetapi bukan berarti kita tidak boleh mengonsumsi pemanis hidup.' Itu motto hidup Sera. Dalam artian meskipun sedang menderita, tetapi bukan berati kita tidak boleh tertawa. Meskipun miskin, tetapi bukan berarti kita tidak boleh memakai barang mahal. Meskipun menangis, bukan berarti kita tidak boleh tertawa.
9.9157.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.3K kali sebagai arti it's okay to be sad
Baca
+Pustaka
Pelayan Kesayangan Sang Pangeran

Pelayan Kesayangan Sang Pangeran

Aisar tersenyum tipis—senyum yang terasa jauh lebih menyedihkan daripada kemarahannya sendiri. “Tentu saja dia menyesal,” katanya. “Dia menangis, memohon maaf. Dia bahkan hampir kehilangan akal sehatnya setelah semua berakhir. Tapi… ibuku tetap mati.” Aisar mengulas senyum getir. “Setelah seseorang mati, penyesalan tidak lagi berguna.”
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai arti it's okay to be sad
Baca
+Pustaka
Tolong, Cintai Aku!

Tolong, Cintai Aku!

Namun, sebelum benar-benar pergi, aku menoleh dan menambahkan dengan nada santai, “selamat menikmati kesedihanmu, Artemis. Jarang-jarang kau seperti ini, jadi pelan-pelan saja. Jangan terburu-buru menyudahinya.” Saat kakiku sudah menginjak anak tangga pertama, samar-samar kudengar isak tangisnya, disusul suara Mama yang berusaha menenangkan. Ah, puas sekali rasanya. Artemis yang selalu terlihat sempurna, ternyata bisa cengeng juga hanya karena seorang pria. ***
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai arti it's okay to be sad
Baca
+Pustaka
Suami dan Anakku Direbut Sahabatku

Suami dan Anakku Direbut Sahabatku

"Bukannya di sinetron-sinetron sering dibilang kalau menangis itu akan membuat segalanya terasa lebih baik?" "Terus, kamu tahu nggak kalau di sinetron itu si wanita bakal jatuh cinta begitu dalam kepada si pria yang mengatakan hal semacam itu kepadanya?" sahutku dengan riang. Wajah Arthur langsung memerah. Dia menghindari tatapanku dan berkata dengan ragu, "Kayaknya aku nggak perlu khawatir denganmu." "Baguslah kalau kamu tahu," sahutku. "Aku memang merasa agak lesu, tapi bukan karena aku bakal bercerai. Ini karena aku masih demam."
9.374.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.9K kali sebagai arti it's okay to be sad
Baca
+Pustaka
Diam-Diam Menikahi Miliarder

Diam-Diam Menikahi Miliarder

Itu adalah sebuah kecupan kilat yang rupanya dapat melenyapkan kekesalannya. "Aku mau membiarkanmu kesal lebih lama karena kamu kelihatan sangat menarik saat cemberut. Tapi kali ini, aku nggak bisa membiarkannya. Itu buruk untuk kandunganmu jika mood-mu buruk. Jadi tersenyumlah. Please," pinta Rangga tepat di depan wajah Gita.
12.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 476 kali sebagai arti it's okay to be sad
Baca
+Pustaka
Duka Cita

Duka Cita

“Mama yang harusnya minta maaf … Maaf karena belum bisa mendidik Arya jadi laki-laki yang bertanggung jawab. Mama juga minta maaf, karena kehadiran Arya hanya menambah duka. Sekali lagi, maaf …. ~~~~~~~~~~~~~ It’s better to be lonely, than to be with someone who makes you feel alone. ~ Kanietha
9.839.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai arti it's okay to be sad
Baca
+Pustaka
Seranjang Dengan Duda Arogan

Seranjang Dengan Duda Arogan

ucap Artha. Teman satu sel Arta menggelengkan kepalanya melihat Arta berbicara sendiri, bukan hal aneh jika ia melihat pemandangan seperti itu. Biasa terjadi seseorang yang baru masuk sel dan belum bisa menerima kenyataan akan berbicara sendiri layaknya orang depresi. "Setelah aku kehilangan ibu, sekarang aku kehilangan semua karena Kanaya. Kenapa Kanaya harus hidup!" ucap Arta.
1021.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 740 kali sebagai arti it's okay to be sad
Baca
+Pustaka
Penyesalan

Penyesalan

bentak Alisya, meluapkan emosi yang ia pendam sejak tadi. "Gue ngerti. Gue juga kehilangan ibu sejak kecil. Tapi tangisan lu nggak akan mengubah apapun, Sya. Lu cuma akan bikin kedua orang tua lu bersedih di sana." Alisya masih saja menangis. Yogi menurunkan tubuhnya untuk mensejajari Alisya. "Gue tau lu ngerasain sakit yang amat sangat. Tak apa kalau lu mau nangis. Menangislah kalau itu bisa bikin lu ngerasa lega."
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 195 kali sebagai arti it's okay to be sad
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status