Karma Sang Penggoda
aku sengaja menggantung kalimat menunggu reaksinya.
"Dan apa?"
Aku tersenyum tipis, lalu mendesah panjang. "Tidak apa Pak, tidak perlu dipikirkan," sahutku.
"Kenapa?" Pak Mahesa terlihat penasaran.
"Tidak apa ... saya takut terdengar tidak sopan," sahutku malu-malu.
"Loh ... memang kamu buatkan saya kopi dengan apa?"
Aku menatap manja manik coklat itu, lalu tersenyum menggoda setelahnya. "Dengan hati dan ... cinta," lirihku. Namun aku yakin, Pak Mahesa mendengarnya.
Hot Chapters