ISTRI KEDUA AYAHKU
Celetuk Tita, yang segera disentuh bahunya oleh Tante Dayana.
Ayah dan Bunda menatapku, tampak memohon pengertian agar aku bersabar. Yah, seandainya saja dia bukan adikku, dan seandainya saja dia tidak sedang sakit, mungkin aku sudah membalas kata-katanya lebih pedas lagi.
Aku dan Huda berdiri menyaksikan pesawat Garuda yang lepas landas menuju Bandara Sukarno-Hatta. Dari sana, barulah mereka akan berangkat dengan Singapore Airline menuju Rochester.