Enam Tahun dalam Dingin, Saat Kulepas Dia Memohon Cinta
"Nyonya Farah, aku nggak bisa menerimanya. Aku menghargai niat baikmu, tapi ini terlalu berharga!"
"Kamu bahkan belum melihatnya, tapi sudah tahu berharga?"
"Barang yang bisa dimasukkan ke dalam kotak ini pasti sangat berharga. Aku sungguh nggak bisa menerima hadiah ini."
"Ambillah." Nada suara Nyonya Farah terdengar tegas dan tidak mau mengalah. "Kamu juga tahu ibumu dan aku berteman baik. Kami sudah sepakat dari dulu. Meski anak-anak kami nggak bisa menjadi suami istri ataupun sahabat, sebagai ibu angkatnya, nggak ada salahnya aku memberikan hadiah untuk putri angkatku, 'kan?"