Sang Penguasa
Dia tahu bahwa revolusi bukan hanya soal senjata, tetapi soal hati dan pikiran.
Saat Seraphine menghilang di balik pintu, Rehan mengepalkan tinjunya. Dia datang ke sini untuk menyingkirkan ancaman ini, tapi dia menyadari satu hal: Seraphine tidak bisa dikalahkan dengan kekuatan. Wanita itu bukan sekadar pemberontak biasa. Dia adalah mimpi buruk yang hidup—seseorang yang mengubah visi kebebasan menjadi senjata yang lebih berbahaya daripada pedang mana pun.
"Aku tidak akan menyerah," bisik Rehan, berjanji pada dirinya sendiri. "Dan aku akan menghancurkan mimpimu, Seraphine, sebelum itu berubah menjadi kenyataan."
Chapitres populaires