Sang Dewi
ajak Sasanti.
Akan tetapi, begitu angkuhnya Larasati sehingga mendongakkan dagu meski setuju. "Baguslah. Setelah bermain pasir seharian, kurasa leherku berdaki.”
"Ayo, Aji Dharma. Apa kau tak mau ikut pulang?"
"Sebentar lagi, Bibi, jembatan pasirku hampir selesai," sahut Aji Dharma.
Guratan senyum perlahan menghiasi wajah Sasanti. "Tak usah buru-buru, kita masih memiliki banyak waktu sebelum menghadiri penjamuan nanti malam.”
Hot Chapters