Asmaraloka Sang Putri Pusaka
“Waaah… ketahuan ya? Tapi jangan bilang-bilang. Saya cuma… penasaran. Katanya rumah hiburan ini terkenal. Lagian, saya kan istri… sah, boleh dong lihat-lihat apa yang bikin suami saya betah di luar rumah.”
Arum melangkah mendekat, suara tumitnya terdengar mantap. Tatapannya dingin, tapi justru memikat.
“Kau berani sekali. Tahu tidak, tempat ini bukan untuk orang sepertimu?”
Raras memiringkan kepala, pura-pura manja.
“Kenapa tidak? Saya kan cuma mau main sebentar. Lagi pula, kalau saya pintar menyamar begini, itu artinya saya cocok jadi mata-mata, kan?”
Bab Populer