SANG PENANTANG WURAKE
Tapi begitu terbayang Zarima yang mungkin sudah tidak sabar menunggu, cepat kuseka air mata, lalu kembali berlari pulang.
"Mana Bu Marwiyah?" Lagi-lagi Zarima menyambutku dengan pertanyaan itu.
Aku terdiam, benar-benar terdiam. Sungguh tidak tahu lagi harus berkata apa.
Sedangkan Zarima, sepertinya dia sudah tahu berita apa yang kubawa pulang. Dia tak lagi mengulang perkataan, tidak pula .....