Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
LINGGA KALAGENI: Pendekar Terkutuk dari Sekte Pedang Naga

LINGGA KALAGENI: Pendekar Terkutuk dari Sekte Pedang Naga

Si Mata Satu langsung mematuhi perintah Wirajaya dan segera melesat ke arah Lingga untuk menangkapnya. Namun, Lingga sudah bersiap dengan tinjunya. Dia juga melesat untuk menyambut Si Mata Satu. Saat keduanya sudah dekat, Lingga langsung meninju Si Mata Satu dengan segenap kemampuannya. Duarrr Si Mata Satu meledak dan tubuhnya hancur berkeping-keping. Wirajaya, Bagaswara dan pasukan mereka mematung melihatnya. Si Mata Satu adalah salah satu momok yang paling menakutkan di keluarga wirajaya, namun Lingga dengan sekali tinju dapat membunuhnya.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai aswatama mati di tangan siapa
Baca
+Pustaka
Suratan Takdir Sang Anak Paranormal

Suratan Takdir Sang Anak Paranormal

Namun sayang, mereka kalah dengan kecerdikan para Prajurit Mataram. Pati, nama masa lalu Adhimas sebagai seorang Prajurit Mataram, menghadang kereta kuda Mirriam. Ia bertugas sebagai pemimpin Prajurit di perbatasan. Ia terkejut saat membuka pintuk kereta tersebut, ia melihat Mirriam bersama ibunya sedang menangis ketakutan di dalam sana. Ia tertegun sebentar karena merasa iba melihat wanita tak berdaya.
108.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 298 kali sebagai aswatama mati di tangan siapa
Baca
+Pustaka
Penguasa Dunia Persilatan

Penguasa Dunia Persilatan

Sudarta melepaskan tangan Wiratama dan mundur beberapa langkah dengan wajah pucat. "Apa mungkin ajian Penghancur Sukma penghisap energi yang menghilangkan racun dari tubuhnya?" Sudarta menggelengkan kepalanya berkali kali seolah tak percaya dengan apa yang baru saja dilihatnya itu. "Seberapa tinggi sebenarnya bakat pemuda ini?" *** "Deg! Hal pertama yang dirasakan Wiratama saat tersadar dari pingsannya adalah rasa sakit yang luar biasa di bagian kepala. Dia bahkan membutuhkan waktu beberapa menit untuk meredam rasa sakit itu sebelum membuka matanya.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai aswatama mati di tangan siapa
Baca
+Pustaka
Pewaris Tahta Ashura

Pewaris Tahta Ashura

“Aaaaarrrghh!!!” Berpuluh-puluh pukulan dan tendangan mendarat di tubuh Xiao Xian tanpa bisa dihindari. Dua teman Wang Chong memegangi tubuh Xiao Xian sementara tiga lainnya melakukan pemukulan dan tendangan ke berbagai sisi. Di sudut ruangan, Iblis Ashura tengah mengamati selama beberapa saat. Sesekali ia menggeleng-gelengkan kepala karena tak menduga jika calon wadah jiwanya ternyata memiliki nasib yang cukup tragis.
9.56.5K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 174 kali sebagai aswatama mati di tangan siapa
Baca
+Pustaka
Status WA Mantan Suami

Status WA Mantan Suami

Status W* Mantan Suami (9) _________________________ Sejak pukul lima pagi aku sudah datang di tempat Bu Wira. Ada sekitar tiga karyawan lain yang sudah datang lebih dulu. Mang Husen, Kang Jono, Yu Srina, dan aku. Kita berjualan di komplek yang berbeda. "Apa diantara kalian ada yang mau menggantikan Hana berjualan di komplek ini?" tanya Bu Wira pada ketiga karyawan yang lain.
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 176 kali sebagai aswatama mati di tangan siapa
Baca
+Pustaka
Pendekar Kembara Semesta Seri 2

Pendekar Kembara Semesta Seri 2

Secara cepat ujung pisau menusuk dada kiri Matag! Senapati Pulungpitu membanting badan lawan dengan satu tangan yang menggenggam tombak bermata pisau ke bumi. Matag tergeletak sambil menggenggam tombak bermata pisau. Matag tergeletak di halaman pendapa dalam keadaan tak bernyawa!
1012.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 433 kali sebagai aswatama mati di tangan siapa
Baca
+Pustaka
JANGAN GANTUNG MUKENAH DI BALIK PINTU

JANGAN GANTUNG MUKENAH DI BALIK PINTU

"Tepate wengi sukra kaping loro kali, pondok lagi nganakake jurit wengi. Wengi wektu prastawa kebarakan pondok kang mateni 21 santriwati kalebu Watri. Watri wis ora bisa gegerak amarga diikat dening Pur Mani, suruhan pawongan." (Tepatnya malam sugro kedua kali, pondok sedang mengadakan jurit malam. Malam saat peristiwa kebarakan pondok yang menewaskan 22 santriwati termasuk Watri. Watri sudah tak bisa bergerak karena diikat oleh Pur Mani, suruhan seseorang.) “Mungkinkah Watri sudah beberapa kali mau dibunuh tanpa menyentuh?” "Jumbuh kaya piyambake tindakake ing wong mati dirumah iku. Piyambake iso nagih nyawa wong karo nguwasani awake dhisik."
1022.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 867 kali sebagai aswatama mati di tangan siapa
Baca
+Pustaka
Pura-Pura Mati

Pura-Pura Mati

Tapi apa yang aku lihat dan dengar, justru menyakitkan hati. "Sampai kapan, Sayang!! Salwa udah mati dan membusuk di laut." Suara lantang Seroja semakin membuat hati ini memanas. Tapi aku harus tahan, dan tenang menghadapi mereka. "Tanpa perlu repot-repot menghabisi dia!" Tulang di tubuhku seolah runtuh mendengar apa yang baru saja keluar dari bibir wanita itu. "Apa, mereka punya niat membunuhku!"
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai aswatama mati di tangan siapa
Baca
+Pustaka
Air Mata Diandra

Air Mata Diandra

Aah andai Mama tau yang sebenarnya, mungkin Mama akan langsung menyuruhku bercerai dengan mas Bimo, luka ini karena kak Sita Ma. Ketika itu Diandra sedang menjemur pakain, tetapi Kak Sita berteriak-teriak minta dibuatkan teh hangat. Diandra berlari dengan terburu-buru membuatkan teh Kak Sita. Dan ketika memberikannya di depan Kak Sita, tehnya tumpah dan tumpahan tehnya mengenai kaki Kak Sita. Tetapi tidak sampai luka atau pun melepuh. Kak sita marah besar laluur mengambil air panaskan ke arah Diandra, reflek Diandra menutup tubuhny dengan kedua tangannya hingga mengenai bagian lengan sampai ke tangan.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai aswatama mati di tangan siapa
Baca
+Pustaka
Mata Ketiga

Mata Ketiga

ucap Cyntia. Pak Bachtiar mengernyitkan dahinya. Dia diam sejenak untuk berpikir. “Baiklah ....” ucap Pak Bachtiar. Kedua orang itu lalu balik ke dalam rumah. Pak Bachtiar menggotong mayat Laras yang sudah dibalut kain menuju sumur di halaman rumah. Tanpa rasa bersalah dan berdosa, mayat Laras itu langsung dilemparkan begitu saja ke dalam sumur hingga terdengar suara seperti benda besar jatuh dari ketinggian.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai aswatama mati di tangan siapa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status