Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kematian Wulandari

Kematian Wulandari

pekik, Mak Darmani. Pak Kuswan terus diam namun, tetap membaca ayat-ayat suci Al-Quran. Membuat dukun itu menggelepar-gelepar, hingga menghembuskan napasnya terakhirnya. Pak Irwanto, terlihat kebingungan dengan apa yang terjadi. Tidak lama, Bu Kades terlihat tertawa puas melihat Pak Darto menggelepar hingga tewas. Aroma yang menyeruak sama seperti aroma yang diderita oleh istri Pak Kades.
104.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 160 kali sebagai aswatama mati di tangan siapa
Baca
+Pustaka
Cintaku T'lah Mati

Cintaku T'lah Mati

Aku buru-buru menutupinya dengan lengan bajuku. Meski begitu, aku tetap memaksakan diri untuk berdiri. Lalu, kuletakkan kartu ATM dan secarik kertas yang sudah kusiapkan sejak awal di atas meja makan. [ Dokter Phil, terima kasih sudah merawatku selama ini. Kalau boleh, bisakah aku memintamu satu hal terakhir? Saat aku sudah tiada nanti, tolong taburkan abuku di hutan pegunungan. Kartu ini tolong diterima. Aku tahu ini terkesan bawa sial, tapi karena kita cukup dekat, kumohon jangan terlalu dipikirkan. ]
10.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 259 kali sebagai aswatama mati di tangan siapa
Baca
+Pustaka
Ku Balas Kematian Anakku

Ku Balas Kematian Anakku

Dan sekarang, anaknya terbaring tak sadarkan diri, bertarung dengan maut. Ketika pintu gawat darurat terbuka sedikit, Arimbi langsung melesat mendekat, matanya penuh harap. Namun bukan dokter yang keluar, hanya seorang perawat. Tanpa pikir panjang, Arimbi langsung meraih perawat itu. "Bagaimana kondisi Amanda, Mbak? Tolong... Tolong katakan kalau dia baik-baik saja!" suaranya nyaris tak terdengar, penuh ketakutan.
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai aswatama mati di tangan siapa
Baca
+Pustaka
HUKUMAN DEWA KEMATIAN

HUKUMAN DEWA KEMATIAN

Dia agak bingung mendengar tiga dewa yang dihukum membicarakan sosok yang sama sekali tidak dia kenal. "Mato itu pemuda yang membantu kami, selama kami menjalani hukuman, Mahadewa," jelas Jasuke. "Mato juga korban dari salah cabut nyawa yang dilakukan Jasuke, Mahadewa," celetuk Nano. Mahadewa nampak terkejut mendengarnya. Sedangkan Jasuke hanya bisa senyum-senyum dengan rasa bersalah yang kembali muncul.
104.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai aswatama mati di tangan siapa
Baca
+Pustaka
Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara

Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara

Ada Shinta, Airin, dan Puspa, mereka berdua sengaja dipanggil untuk memberi keterangan. "Mas!" Tamara tiba-tiba merangkul lengan Lucas manja, "Aku yang diserang duluan, makanya aku membela diri," rengeknya manja. Lucas bergerak tak nyaman. Hanya Freya yang selama ini memiliki akses tak terbatas untuk menyentuhnya. Sebenarnya ia ingin segera mengibas tangan, tapi ia menjaga harga diri Tamara di depan banyak orang, jadi ia menahan diri.
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai aswatama mati di tangan siapa
Baca
+Pustaka
Asisten Suamiku Adalah Maut Rumah Tanggaku

Asisten Suamiku Adalah Maut Rumah Tanggaku

Entah apa yang mereka bicarakan, pertengkaran mereka semakin memanas dan keduanya melompat ke sungai. Rangga tenggelam dan meninggal. Wina ditemukan tepat waktu dan berhasil diselamatkan. Namun, kondisi mentalnya terganggu. Setiap hari dia bertingkah seperti orang tidak waras dan selalu mengatakan dirinya adalah orang kaya kepada semua orang yang ditemuinya. Kadang bahkan menunjukkan kecenderungan kekerasan. Pada akhirnya, polisi hanya bisa memasukkannya ke rumah sakit jiwa.
14.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 406 kali sebagai aswatama mati di tangan siapa
Baca
+Pustaka
DOA KUBUR TAK SEMPURNA

DOA KUBUR TAK SEMPURNA

Usai melafazkan untaian doa berserah diri, kedua mata Kiai Masruhat menatap tajam ke arah ular raksasa bersisik hijau keemasan yang mulai mengeluarkan lidah api. Plasstt! "Asyhadu an laa ilaaha illallaahu!" Terdengar suara seorang wanita tepat pada saat lidah api Nyi Dhiwot menyabet ke arah Kiai Masruhat. "Nikita! Nduuuukk!"teriak Pak Atmo yang seketika menaruh tubuh Salimah di atas tanah. Pria ini berlari menuju bara api yang membakar habis ruh Nikita. Sebuah cahaya putih keluar dari gumpalan bara hasil sabetan lidah api.
103.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 142 kali sebagai aswatama mati di tangan siapa
Baca
+Pustaka
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

"Aku panik pada saat itu! Sampai akhirnya aku menyaksikan sendiri kematian Abiyasa di tengah arena!" "Oh, jadi...?" "Benar, Mahendra. Abiyasa mati dibabat pedang Wajah Hitam!" Mahendra Soca diam dengan wajah murung. Bahkan ia tampak gelisah dan tak berani menatap Yayi. Sikapnya yang menunduk membuat Yayi mengerti bahwa Mahendra Soca ikut bersedih atas kematian Abiyasa. Kemudian, Yayi segera mendekati Mahendra Soca yang duduk di dahan pohon yang telah ditebangnya itu, di sana Yayi berkata, "Seharusnya waktu itu aku mengajakmu melihat kehebatan adikku, Abiyasa itu, dan juga melihat gerakan ilmu pedang si Wajah Hitam yang memang cukup tinggi itu! Salah sekali aku, karena tidak mengajakmu ke san
1030.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 673 kali sebagai aswatama mati di tangan siapa
Baca
+Pustaka
Rahasia Cincin Emas di Jari Manis Suamiku

Rahasia Cincin Emas di Jari Manis Suamiku

"Jangan bilang Wati meninggalkan kamu juga Mas." Santoso mendongak, memberanikan diri untuk memandang mata Fatma yang teduh lagi indah. "Wati telah meninggal sehari yang lalu Fat. Dia jadi korban tabrak lari sebuah mobil. Keadaannya sangat parah sehingga nyawanya tidak bisa ditolong." "Innalilahi wa innailaihi rojiun Mas, aku turut berduka cita ya." Fatma berkata pelan, wajahnya terlihat menahan kesedihan yang teramat dalam.
6.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 183 kali sebagai aswatama mati di tangan siapa
Baca
+Pustaka
Asmaraloka

Asmaraloka

Biar bunda senang, kata Bara. Bara memiliki 3 sahabat karib yang selalu menemaninya sedari sekolah dasar. Artha Susanto, Ezra Ramadhan, dan satu lagi Nevan Nagendra. Menurut mereka, Bara adalah titik penyelesai masalah yang dimana jika mereka bertengkar, Bara akan datang dan mengucapkan “Maaf, ya, gue gak mau kehilangan kalian” Setelah itu mereka akan tertawa dan tentu saja bermain bersama, lagi.
2.9K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai aswatama mati di tangan siapa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status