Darah dan Takdir
katanya, sebelum melesat ke arahnya dengan kecepatan yang mustahil.
Saraswati bahkan tidak sempat bereaksi ketika bilah pedang itu hampir menyentuh dadanya.
Tiba-tiba, sebuah tangan menariknya ke belakang, membuatnya terhuyung jatuh ke tanah. Saat ia mendongak, ia melihat sosok pria dengan bekas luka di wajahnya berdiri di depan dirinya, menahan serangan pemimpin pasukan elit itu dengan tubuhnya sendiri. Darah menyembur ke udara. Saraswati menahan napas saat pria itu terjatuh ke tanah, dadanya berlubang oleh pedang musuh. Pemimpin pasukan elit itu menarik kembali pedangnya, lalu menatapnya dengan tatapan penuh kemenangan.
Hot Chapters