Menunggu Masa Idah
Bu Narti melempar senyum tipisnya pada Ibram.
"Ibu!" Rini yang duduk di sebelah Bu Narti, menegur pelan. Ia jelas tak suka mendengar ibunya mengatakan bahwa Ibram hanya mempermainkannya.
"Loh, kenapa? Benar, kan? Kalau laki-laki dan perempuan dewasa pacaran terlalu lama tanpa ada niat mau menikah, itu namanya cuma main-main." Bu Narti menatap anaknya, memberi pengertian dengan nada halus. "Lagi pula, bukannya bagus kalau secepatnya kalian menikah? Pacaran terlalu lama itu tidak bagus. Selain bisa jadi bahan gunjingan tetangga, takutnya ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Namanya sering jalan berdua dengan orang yang disukai, pastilah ada keinginan-keinginan untuk melakukan lebih, kan?
Bab Populer