Pick You!
"Duh Dika... kamu tak apa? Maafin ibu gak tahu tadi. Kamu sih ngapain berdiri di belakang pintu, kalo ada yang buka gini kan bisa jatuh. Untung gak kena ujung kursi. Sini ibu obatin"
Aku beringsut mundur. "Umm tak usah deh, gak ada yang berdarah kok" Alibiku. Sebenarnya aku hanya mencoba untuk kuat, seperti kata Rizal tadi. Tentara harus kuat, tahan banting. Apalagi luka karena lutut terkena lantai keras. Itu mah kecil.....
"Tapi itu ada goresannya. Pasti perih sini ibu kasih plaster" Ibu terus memegang lututku. Sedangkan aku, terus saja menariknya.
Hot Chapters