KRAMLER
"Dasar lelaki sialan. Rasakan ini!"
Alana langsung melingkarkan tangan kirinya ke leher Marwen lalu mengeratkannya. Sedangkan tangan kanannya memuntir telinga Marwen hingga memerah. Merasa tercekik dan telinganya perih luar biasa, Marwen panik. Ia berlari pontang-panting sambil berusaha melepaskan diri dari cekikan Alana. Melihat tingkah rekannya, Gania hanya tertawa. Di sampingnya, Leotar geleng-geleng kepala, lalu menengadah, "Wahai, Dewa, mengapa aku harus bekerjasama dengan orang-orang bodoh ini?"
***
Bab Populer