AMORAGA
Bagi mereka, berdirinya Amora di depan adalah hiasan indah daripada melihat kepala sekolah mereka berceramah panjang kali lebar kali tinggi bagi dua.
"Meskipun lagi dihukum, kepanasan kaya gitu, Amora tetep cantik. Rambutnya badai. Berasa nonton iklan shampoo," kata Bayu pada Raga yang juga sedang menatap Amora. Embusan angin menerbangkan rambut Amora yang memang dibiarkan terurai. Mirip iklan shampoo seperti yang Bayu bilang tadi. Terik matahari membuat pipi putih Amora menjadi merah. Mirip seperti memakai blush on. Ah, cantik sekali. Raga melepas topinya, kemudian menaruhnya di saku celana. Cowok itu berjalan mendekari Bu Asih yang tengah memeriksa atribut yang lain, Raga datang menghampir
Hot Chapters