Supir Perkasa dan Majikannya yang Menggoda
Lalu dia buru-buru meralat sendiri ucapannya: "Maksudku, kami, tanpa kamu. Kamu kan kabarnya diperlakukan istimewa di sana."
Dahi ini sontak saja mengkerut sempurna dengan sendirinya. Dalam hatiku, Meisya ngomongin apa?
Sebuah pertanyaan dengan ekspresi terbodoh-bodoh, jatuh setelah itu; "Kamu tahu siapa bosku? Tapi kok, bisa?"
"Tau betul sih, tidak juga ya. Hanya kebetulan sempat dengar saja juga sih, lebih tepatnya. Itupun secara tidak sengaja."