PEREMPUAN MASA LALU
“Kok, bengong? Satu mangkuk lagi, tuh!”
Astagfirullah, sepertinya Farah memperhatikanku. “Iya, Far. Entah kenapa banyak yang mengusik hidup.”
“Sabar, Lin. Semua akan berlalu dan berakhir indah. Makan lagi!”
***
Sambil menunggu Rafan pulang dari salat, aku membaca novel Ana Bahibbak Awiy karya author tak famous, Bintu Hasan. Sebenarnya ingin mengungkap semua pada Rafan saat baru saja tiba, tetapi takutnya ia sedang lelah sekali atau mungkin lapar jadi bisa marah dengan mudah.
ตอนยอดนิยม