Dari Budak Menjadi Bencana
"Lihat! Lihat baik-baik!"
Aku memandangi cermin itu. Awalnya, hanya bayanganku sendiri—kurus, kotor, mata yang lelah. Tapi kemudian, sesuatu mulai berubah. Mataku dalam bayangan itu bersinar merah, lalu emas. Bayangan itu tersenyum, sebuah senyuman yang bukan milikku. Lalu, wajahnya berubah—kadang seperti wajah Liang Jie yang penuh kemarahan, kadang seperti wajah budak muda yang kupanen, kadang seperti wajah-wajah asing lainnya yang kuserap.
"Kau membawa mereka, bukan?" desis Yan, matanya berbinar liar. "Jiwa-jiwa yang kau serap... mereka tidak hilang. Mereka tinggal di dalammu. Mereka berbicara padamu."